Hex IC.com - Mirror BolaBet Sbobet Agen Terpercaya Indonesia

Hex-IC.com Mirror BolaBet Agen Sbobet | IBCBET | Dan FXSBO

Eto’o Sebut Pep Guardiola Masih Pelatih Terbaik Dunia

Eto'o Sebut Pep Guardiola Masih Pelatih Terbaik Dunia

Dalam pandangan mantan pemain Barcelona dan Inter Milan ini, Pep Guardiola adalah sosok manajer yang selalu berusaha untuk menerapkan gagasannya kepada para pemain, tanpa peduli hadangan apapun yang ada di depannya, dan sekarang Eto’o yakin Pep akan melakukan hal yang sama di Inggris.

Pep Guardiola, manajer asal Catalan ini baru saja gagal membawa Manchester city kembali ke Puncak klasemen sementara Liga primer Inggris setelah dipermalukan Chelsea di kandang sendiri. Namun demikian, Mantan penyerang Barcelona, Samuel Eto’o menegaskan bahwa Pep Guardiola masih tetap pelatih terbaik di dunia.

Sebagaimana diketahui, Eto’o Dan Pep Guardiola memang sempat bekerja sama di Barcelona, ketika itu, hasil dari kerja sama kedua sosok ini dan tentu saja para pemain lain, berhasil membawakan sejumlah trofi ke Camp Nou. Sejak musim panas kemarin, Pep Guardiola menandai kiprahnya di ajang Liga primer Inggris bersama dengan Manchester City. Pada awal musim, banyak sanjungan yag datang, setelah statistik mengagumkan yang dia catatkan, dengan meraih 10 kemenangan beruntun.

Namun, setelah catatan kemenangan beruntun tersebut terhenti, Manchester City tampil inkonsisten, terakhir kali, mereka dipermalukan Chelsea di kandang sendiri dengan skor 1-3.

Meski begitu, Eto’o, tetap menyebut bahwa pep Adalah manajer terbaik dunia, dan kualitasnya sama sekali tidak perlu diragukan lagi.

“Pep memiliki segala syarat untuk meraih sukses di Inggris dan hal tersebut tidak usah diragukan lagi, dia adalah pelatih terbaik dunia, Dia selalu ingin timnya bermain [dengan gayanya] dan dia akan mencoba mewujudkan pemikirannya di Inggris. Kekuatan terbesarnya adalah bahwa dia tidak pernah mengubah pemikirannya. Teknisnya, Pep tetap yang terbaik. Tak perlu lagi diragukan.” kata Eto’o kepada Telefoot.

Eto’o Sebut Mourinho Telah Kehilangan Magisnya

Eto'o Sebut Mourinho Telah Kehilangan Magisnya

Mantan penyerang Barcelona yang pernah bekerja sama dengan The Special one di Inter Milan ini merasa bahwa sosok pelatih asal Portugal yang dia lihat sekarang berbeda dibandingkan saat masih menukangi Klub Italia. Eto’o merasa bahwa mourinho memang telah kehilangan magisnya sebagai manajer top Dunia.

Semenjak terakhir kali memenangkan trofi Liga Champions eropa bersam dengan Iner Milan di tahun 2010 silam, Mourinho belum pernah lagi memenangkan trofi tersebut. Untuk menjuarai Liga bersama dengan tim aahannya saja pelatih asal Portugal kesulitan. Terkait dengan hal ini, Mantan striker Inter dan Chelsea, Samuel Eto’o merasa manajer Manchester United Jose Mourinho sudah kehilangan magisnya.

Sebenarnya, sosok berjuluk the Special One tersebut sudah mulai kesulitan bekerja dengan tim arahannya sejak di Real Madrid. Usai berusah payah memenangi trofi La Liga, akhirnya Mou didepak setelah tanpa gelar di musim 2012/13. Dia sempat menukangi Chelsea dan memenangkan liga primer, tapi karena musim 2015/16 lalu The Blues arahannya tanpa gelar bahkan menjalani periode krisis, Pelatih asal Portugal pun kembali didepak. Sejak awal musim ini, dia menukangi Manchester United, dan sejauh ini masih belum terlihat ada dampak signifikan yang dihadirkan Mourinho.

Terakhir, klub berjuluk Setan Merah tersebut hanya bermain imbang 1-1 kontra Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Goodison Park, Minggu (4/12) malam. Akibatnya, mereka berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan mengumpulkan 21 poin, tertinggal 13 poin dari sang pemuncak, Chelsea.

Eto’o mengaku terkejut dengan perjuangan yang dialami Mourinho di Manchester United, namun menurutnya, Magis sang juru taktik memang telah lenyap.

“Anda tidak bisa terus bertahan, Jose banyak berubah. Ketika saya datang ke Inter, saya menemukan seseorang yang luar biasa, kemudian di Chelsea, sedikit sulit. Ia berencana untuk meluncurkan Manchester United dalam tiga tahun ke depan, tapi hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tim Anda memainkan sepakbola…” ujar Eto’o kepada Telefoot.

David Luiz Tak Permasalahkan Tekel Kasar Aguero

David Luiz Tak Permasalahkan Tekel Kasar Aguero

Defender Tim Nasional Brazil tersebut tetap beranggapan bahwa insidennya dengan penyerang Manchester City Sergio Aguero adalah hal yang normal dalam dunia sepakbola. Luiz menegaskan, bahwa dia sama sekali tidak mau berbicara negatif tentang Aguero terkait dengan insiden berbahaya tersebut.

Lanjutan Liga primer Inggris pekan ke-14 antara Manchester city melawan Chelsea digelar di Etihad Stadium, Sabtu (3/12) kemarin, Tim tamu secara luar biasa berhasil memecundangi City dengan skor 3-1. Selain hasil akhir yang mencolok, ada insiden yang jadi sorotan dalam pertandingan tersebut, tak lain pelanggaran keras yang dilakukan Sergio Aguero terhadap bek Chelsea, David Luiz.

Alhasil, karena insiden tersebut juga, partai itu dinodai dengan kerusuhan antarpemain dari kedua kubu jelang akhir laga, padahal, Aguero sendiri telah menerima kartu merah dari wasit karena pelanggaran yang dia lakukan. Memang, secara kasat mata dan tayangan ulang, pelanggaran yang dilakukan aguero tampak sangat kasar dan disengaja, namun demikian, Luiz rupanya tidak mempermasalahkan hal itu namun ia sedikit menyayangkan insiden yang terjadi kemarin.

Eks Paris Saint-Germain ini menganggap bahwa insiden tersebut adalah hal yang wajar dalam dunia sepakbola.

“Saya tidak mau terpancing melontarkan kata-kata buruk tentang dia, karena dengan demikian, saya bukanlah bagian dari sepakbola yang sebenarnya indah. Aguero adalah pemain luar biasa, dia mencetak banyak gol, dia sering menang. Akan lebih baik untuk membicarakan sisi bagus dari Aguero ketimbang hal-hal yang buruk tentang sosoknya.”

“Rasa frustrasi yang dia tunjukkan tersebut adalah hal yang wajar-wajar saja, ketika Anda tidak memenangkan laga dan saya tidak suka membicarakan hal negatif. Ini normal di sepakbola – ketika Anda menang Anda akan senang, ketika kalah Anda akan sedih,” kata Luiz dikutip dari Sky Sports News.

Cetak Hattrick Kontra West Ham, Sanchez Disanjung Wenger

Cetak Hattrick Kontra West Ham, Sanchez Disanjung Wenger

Setelah penyerang Chile mencatatkan hattrick dalam pertandingan tersebut, manajer Arsene Wenger merasa bahwa Sanchez sepertinya memang cocok jika diturunkan sebagai striker utama, karena meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi, tapi sang pemain tetap mampu memenangi duel udara.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, begitu semringah melihat penampilan para pemainnya dalam laga terbaru, kontra West Ham United, pada Minggu dinihari kemarin (04/12) waktu setempat. Terutama Alexis Sanchez yang berhasil mengemas hattrick dalam pertandingan tersebut, Wenger pun melantunkan pujian kepada eks pemain Barcelona itu.

Sebagaimana diketahui, Arsenal baru saja berhasil melibas habis tim tuan rumah West Ham united dengan skor mencolok, 5-1 dalam Derby London di stadion Olimpiade London, Minggu (3/12) malam WIB. Dalam partai tersebut, tak bisa tidak, bahwa bomber The Gunners asal Chile, Alexis Sanchez, berhak menyandang status sebagai man of the match usai mengukir hattrick dalam pertandingan tersebut.

Tak ayal, sanjungan setinggi langit pun kemudian disampaikan manajer Arsenal, Arsene Wenger. Ia menyebut pemain internasional Cile tersebut memang lebih cocok untuk bermain sebagai penyerang utama, alih-alih bermain sebagai winger, atau penyerang sayap.

“Mungkin saja, orang-orang berpikir bahwa postur tubuhnya tidak terlalu tinggi sebagai penyerang utama. Namun, dia sejatinya cukup bagus ketika mendapat kans mencetak gol dari duel udara bersama para pemain bertahan tim lawan”

“Saya rasa, Sanchez sangat menyukai posisinya sebagai penyerang utama. Anda bisa melihat apa yang dilakukannya dari posisi tersebut. Jika tidak cocok, tentu saja dia akan memilih kembali bermain di posisi awalnya [sebagai winger]. Sanchez tak diragukan memiliki kualitas tinggi sebagai penyerang tunggal. Dia adalah pemain yang sangat banyak bergerak di depan gawang lawan dan dia amat tajam,” tutur Wenger, seperti dikutip laman resmi klubnya.

Celotehan Lineker Terkait Blunder Fellaini Kontra Everton

Celotehan Lineker Terkait Blunder Fellaini Kontra Everton

Lewat Akun twitternya, Legenda sepakbola Inggris tersebut ‘menyanjung’ penampilan Marouane Fellaini dalam pertandingan antara Manchester United melawan Everton di Goodison Park, Minggu (4/12) malam WIB. Menurutnya, dalam pertandingan tersebut, fellaini telah menampilkan performa terbaik sepanjang karirnya.

Marouane Fellaini, winger Internasional Belgia ini benar-benar menjadi sorotan publik usai melakukan blunder fatal saat Manchester United bertandang ke markas Everton akhir pekan kemarin. Celotehan demi celotehan pun bermunculan, termasuk dari mantan pesepakbola top Inggris, Garry Lineker, yang tidak mau ketinggalan.

Sebagaimana diketahui, Setan Merah memang bertandang ke Goodison Park Stadium pada Minggu kemarin (04/12) guna berhadapan dengan tim tuan rumah Everton dalam laga bertajuk pekan ke-14 Liga Primer Inggris musim 2016/17. Adapun dalam pertandingan tersebut, United unggul terlebih dahulu lewat gol Zlatan Ibrahimovic di babak pertama, namun pelanggaran pemain pengganti Fellaini terhadap Idrissa Gueye di kotak terlarang membuat Leighton Baines sukses menyamakan skor di menit-menit akhir.

Alhasil, Blunder fatal yang dilakukan winger berabut kribo tersebut kemudian mengundang kecaman banyak pihak, namun Lineker menyebutnya sebagai pahlawan untuk Everton yang tak lain adalah klub lamanya. Eks Leicester city ini berkata bahwa Fellaini telah menunjukkan performa terbaik sepanjang karirnya… untuk Everton.

“Ini adalah salah satu performa terbaik Fellaini….untuk Everton,” demikian Lineker dalam kicauan singkatnya di Twitter.

Adapun, hasil imbang tersebut membuat Manchester United tertahan di urutan keenam, unggul dua tingkat dari Everton yang menempati posisi kedelapan. Selepas pertandingan, para fans United berduyun-duyun melayangkan kritik dan cemoohan kepada Fellaini dan memintanya segera angkat kaki dari old Trafford.

Cahill Juga Kecam Aguero terkait Tekel Brutal kepada Luiz

Cahill Juga Kecam Aguero terkait Tekel Brutal kepada Luiz

Defender Tim Nasional Inggris tersebut mengaku tidak habis pikir bahwa pemain sekaliber Sergio Aguero akan melakukan tekel kasar kepada David Luiz. Namun, berdasarkan pengelihatannya, Aguero sebenarnya bukan pemain seperti itu, dan yang dia lihat saat itu seperti bukan penyerang argentina yang biasanya.

Setelah ibunda David Luiz, Kini giliran Kapten Chelsea, Gary Cahill yang melayangkan kecaman terhadap striker andalan Manchester City, Sergio Aguero, terkait dengan tekel brutal yang dilakukan pemain asal Argentina tersebut dalam pertandingan akhir pekan kemarin di Etihad Stadium.

Sebagaimana diketahui, kedua tim memang saling bersua Dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-14 yang digelar di Etihad Stadium, Sabtu (3/12) kemarin, adapun, Chelsea akhirnya mempertahankan tempat merka di puncak klasemen setelah secara luar biasa berhasil memecundangi tuan rumah Manchester City dengan skor 3-1.

Namun sangat disayangkan, karena pertandingan seru tersebut harus diwarnai dengan kerusuhan kecil antar pemain di akhir laga, kerusuhan tersebut sejatinya terjadi menyusul pelanggaran brutal Aguero kepada Luiz yang berujung kartu merah untuk penyerang internasional Argentina tersebut.

Nah, terkait dengan pelanggaran tersebut, Cahill pun tertarik untuk berkomentar. Dia tidak segan untuk mengecam Aguero, hanya saja..

“Itu memang bisa saja karena Aguero merasa sangat frustrasi dengan kai. Itu tidak seperti Aguero, itu bukan karakternya. Itu terlihat seperti tekel yang buruk, bukan dirinya dan sungguh disayangkan untuk melihat hal itu.”

“Memang, aguero dan david terlibat dalam duel, namun hal seperti in memang biasa terjadi saat kita merasa frustrasi. Itu adalah tekel yang gila, seperti bukan dirinya.” ujarnya kepada The Mirror.

Adapun Cahill sendiri sempat melakukan Blunder dalam pertandingan tersebut, dengan mencetak gol bunuh diri yang membuat Tim Tuan Rumah unggul lebih dulu. Beruntung, Chelsea kemudian membalas tiga gol.

Arsenal tidak Akan Juara Liga Primer Musim Ini

Arsenal tidak Akan Juara Liga Primer Musim Ini

Adalah legenda Arsenal sendiri, Ian Wright, yang justru berpendapat bahwa mantan klubnya tersebut bukanlah pesaing serius untuk trofi Liga Primer Inggris. Meskipun Tim Meriam London telah menjalani awal musim yang cukup memuaskan, namun Wright masih meragukan konsistensi The Gunners sampai akhir musim nanti.

Arsenal disebut-sebut sebagai salah satu kandidat juara Liga Primer Inggris musim ini, setelah mereka melalui masa-masa yang biasanya mereka lalui dengan kesulitan di bulan November kemarin. Namun bagaimanapun, tetap saja ada sosok yang meragukan keyakinan tersebut, terutama tentang keyakinan bahwa Tim Meriam London akan memenangkan trofi Liga primer inggris.

Memang harus diakui, bahwa sejak awal musim ini, di ajang Liga primer Inggris, Arsenal bermain cukup konsisten. Kedalaman skuat yang mereka miliki saat ini dianggap sebagai salah satu kunci konsistenis tersebut. Yang terbaru, Pasukan Arsene Wenger sedang duduk di peringkat kedua EPL, dimana mereka tertinggal tiga poin dari Chelsea. Kemenangan 5-1 atas West Ham United akhir pekan lalu pun kemudian menegaskan posisi tersebut, dan didukung dengan kekalahan Liverpool dari Bournemouth.

Akan tetapi, salah seorang legenda Arsenal sendiri, Ian Wright, yang pernah menjadi topskor klub selama enam musim beruntun, menilai Gunners belum cukup kuat untuk bersaing di tangga juara, terutama dengan tim arahan Antonio Conte, Chelsea.

“Saya rasa Arsenal tidak berada dalam perburuan gelar juara musim ini, terutama setelah saya menyaksikan bagaimana Chelsea bermain. Mereka tampaknya sedang berada dalam momentum bagus saat ini. Saya belum melihat apa pun dari Arsenal dalam tiga atau empat laga terkini yang membuat saya berpikir mereka bisa berada di sana,” Demikian ujar sosok legenda yang pernah memenangkan Liga Primer bersama Arsenal di musim 1997/98 sebagaimana dilansir BT Sports.

Antonio Valencia Jadi Pemain Terbaik United edisi November

Antonio Valencia Jadi Pemain Terbaik United edisi November

Melalui voting yang dilakukan pihak Manchester United di akun twitter resmi klub, tercatat sebanyak 39 persen fans memilih full back asal Ekuador tersebut untuk menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik klub edisi bulan November 2016 versi Fans. Valencia berhasil kalahkan dua pesaingnya, Michael Carrick dan Zlatan Ibrahimovic.

Jika dibandingkan dengan Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba atau Wayne Rooney, nama Antonio Valencia mungkin terdengar tidak lebih populer, tapi faktanya, full back kanan asal Ekuador tersebut baru saja menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik Manchester United edisi bulan November 2016 versi Para fans.

Sebagaimana diketahui, dan memang harus diakui, Valencia memang terbilang mengesankan dalam hal performa di sepanjang bulan November kemarin, dibandingkan dengan pemain Manchester United yang lainnya. Meski sempat terganjal cedera, pemain internasional Ekuador itu tetap berhasil menunjukkan kaulitas yang dia miliki, dan sangat bisa diandalkan oleh manajer Jose Mourinho untuk mengisi posisi sebagai full back kanan.

Tak heran jika pada akhirnya, dalam persaingan dengan dua pemain yang lebih tua dibanding dirinya, Michael Carrick dan Zlatan Ibrahimovic, Valencia berhasil memenangkan penghargaan sebagai pemain terbaik United bulan November.

Adalah akun Twitter resmi Manchester United sendiri yang menyelenggarakan kompetisi ini mengganjar Valencia dengan penghargaan setelah ia meraih 39 persen suara dari para followers @ManUtd di Twitter. Untuk urusan satu ini, Valencia bersaing ketat dengan Michael Carrick, dimana sang Senior hanya finish di peringkat kedua dengan total 32 persen suara, sedangkan Ibrahimovic finish di urutan ketiga dengan total raihan 29 persen suara saja.

Adapun, Valencia kembali akan diturunkan pelatih Jose Mourinho dalam pertandingan melawan Everton di Goodison Park nanti.

Adam Lallana Bantah Akan hengkang ke PSG

Adam Lallana Bantah Akan hengkang ke PSG

Gelandang tim nasional Inggris tersebut mengakui bahwa dirinya merasa tersanjung saat mendengar kabar yang menyebutkan bahwa Raksasa Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain tertarik dengan dirinya, namun Lallana menegaskan bahwa dirinya tidak ingin meninggalkan Anfield untuk masa yang akan datang.

Setelah tampil gemilang sejak awal musim ini, sejumlah pemain Liverpool berhasil menyita perhatian beberapa raksasa Eropa. Sebut saja salah satunya adalah Adam Lallana, yang belakangan dikaitkan dengan Paris Saint-Germain, namun, dalam kesempatan wawancara bersama dengan Sky Sports, Lallana membantah rumor kepergiannya itu.

Sebagai informasi, Adam Lallana sendiri didatangkan Liverpool pada bursa transfer musim panas tahun 2015 lalu dari Southampton. Pada awalnya, dibawah arahan Brendan Rodgers, dia sedikit kesuilitan menemukan performa terbaik, namun, sejak awal musim ini dibawah arahan manajer Jurgen Klopp, Lallana seolah kembali menjadi pemain bintang papan atas di Liga primer, dimana dirinya mencetak tiga gol dan mencatatkan lima assist dari 12 pertandingan yang dimainkan.

Tak heran jika Pada awal pekan ini, pemain timnas Inggris berusia 28 tahun itu beberapa kali dikait-kaitkan dengan rencana kepindahan ke PSG dengan harga £40 juta. Akan tetapi, sang pemain menegaskan kepada media, bahwa dirinya benar-benar berkomitmen dengan Liverpool.

“Saya selalu senang dengan setiap menit yang saya habiskan bersama dengan Liverpool , terutama sejak kedatangan pelatih baru dan Anda tidak selalu mendapatkan itu di klub-klub lain. Pemikiran untuk meninggalkan Liverpool tidak pernah ada di benak saya.”

“Ketertarikan dan Rumor kepergian saya menuju PSG seperti sebuah sanjungan kepada saya. Tapi, saya sangat menyukai sepakbola saya di setiap menit di bawah bos ini dan sekarang, saya hanya bisa menyaksikan masa depan saya di Liverpool untuk waktu yang lama” Demikian ujar Lallana kepada Sky Sports.

AC Milan Sekarang Mirip Dengan Milan Era Capello

AC Milan Sekarang Mirip Dengan Milan Era Capello

Hal tersebut dituturkan oleh CEO klub, Galliani yang tak ragu menyanjung tim arahan vicenzo Montella usai mampu membalikkan kedudukan setelah harus tertinggal terlebih dahulu dari tim yang baru menjalani musim pertamanya di Serie A, Crotone pada akhir pekan kemarin.

AC Milan mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dari masa krisis sejak awal musim 2016/17 ini bergulir, khususnya di ajang Serie A Italia. Performa Rossoneri dari pekan ke pekan terus berkembang, dan kini mereka berada di peringkat kedua. Bahkan, jika meneliti performa tim arahan Vincenzo Montella tersebut, diklaim mirip dengan performa Milan di masa kejayaan di era Fabio Capello.

Sebagaimana diketahui, AC Milan sendiri baru saja berhasil mengemas kmeenangan dalam lanjutan Serie A Italia kontra Crotone akhir pekan kemarin. Dengan catatan tersebut, maka Tim asuhan Vincenzo Montella kini telah sukses meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang, yaitu saat berhadapan dengan rival sekota, Inter. Mereka hanya mengalami satu kali kekalahan dalam 12 laga terakhirnya di Serie A musim ini.

Catatan tersebut membuat CEO Klub, Adriano Galliani teringat kembali pada era kejayaan klub saat ditangani manajer kondang, Fabio Capello.

“Presiden Klub (Sivio Berlusconi) terlihat cukup tegang dalam pertandingan (Melawan Crotone) tersebut. Musim lalu kami kalah dalam laga seperti itu, musim ini lain cerita. Bangkit dari ketertinggalan bukan hal mudah, apalagi setelah melihat fakta bahwa Crotone juga bermain cukup bagus. Memang, tidak pernah ada tim atau generasi yang sama, tapi semangat juang mereka mengingatkan saya pada AC Milan era Capello,” ujar Galliani sebagaimana dilansir laman resmi Rossoneri.

Sebagai Informasi, AC Milan pernah dilatih oleh Capello pada dua periode yaitu pada 1991 hingga 1996, dan pada musim 1997/98. Pada periode pertama mantan manajer Juventus tersebut berhasil membawa Milan meraih trofi Serie A Italia dan Liga champions eropa.